Cara Membuat Rentang Nilai Sesuai KKM di Excel dengan Rumus Sederhana

oleh | 4 Jun 2023 | Belajar Excel, Excel Best Practices, Excel Intermediate | 0 Komentar

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah standar atau batas minimal yang ditetapkan untuk menentukan apakah seorang siswa atau peserta didik telah mencapai tingkat ketuntasan atau pencapaian yang memadai dalam suatu mata pelajaran atau bidang studi tertentu. KKM sering digunakan dalam sistem pendidikan untuk mengevaluasi dan mengukur pencapaian siswa. Lantas bagaimana cara membuat rentang nilai sesuai KKM di Excel?

KKM biasanya ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga pendidikan sebagai acuan untuk menentukan apakah siswa telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum. Kriteria ini dapat berbeda-beda tergantung pada negara, sistem pendidikan, tingkat pendidikan, atau mata pelajaran yang dievaluasi.

Dalam praktiknya, jika seorang siswa mencapai atau melebihi KKM dalam suatu mata pelajaran, berarti siswa tersebut dianggap telah memenuhi standar minimal yang ditetapkan dan dianggap lulus dalam mata pelajaran tersebut. Namun, jika siswa tidak mencapai KKM, maka biasanya diperlukan upaya tambahan, seperti remedi atau bimbingan, untuk membantu siswa mencapai tingkat ketuntasan yang diharapkan.

Membuat Rentang Nilai Sesuai KKM

Untuk membuat rentang nilai sesuai KKM dan menkonversinya menjadi grade atau kriteria A, B, dan C di sekolah sesuai dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) kita perlu mempertimbangkan batas nilai yang telah ditetapkan oleh sekolah atau kurikulum yang berlaku. Sebagai contoh KKM yang ditetapkan sekolah adalah 75 maka contoh umum dalam penentuan rentang nilai dan grade atau kriteria hurufnya berdasarkan KKM adalah sebagai berikut:

  • Kriteria Nilai A+: Batas nilainya sama dengan 100
  • Kriteria Nilai A: Batas nilainya lebih besar atau sama dengan 92 dan di bawah 100 (92-99)
  • Kriteria Nilai B: Batas nilainya lebih besar atau sama dengan 83 dan di bawah 92 (83-91)
  • Kriteria Nilai C: Batas nilainya lebih besar atau sama dengan 75 dan di bawah 83 (75-82)
  • Kriteria Nilai D: Batas nilainya lebih besar atau sama dengan 0 dan di bawah 75 (0-74)

Tapi meskipun begitu, sebelum menerapkan kriteria nilai di atas pastikan untuk mengkonsultasikan dengan kebijakan sekolah atau kurikulum yang berlaku untuk mengetahui KKM yang spesifik dan kriteria penilaian yang digunakan. Kriteria nilai dapat bervariasi antara sekolah dan kurikulum yang berbeda, jadi penting untuk mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh lembaga pendidikan terkait.

Membuat Kriteria Nilai Otomatis dengan Excel

Dengan bekal rentang nilai yang telah kita buat di atas, sekarang kita akan coba aplikasikan hitung-hitungan nilai tersebut menjadi kriteria penilaian dengan nilai A+, A, B, C dan D.

Dan sebagai contoh kita akan menggunakan empat contoh rumus Excel untuk membuat grade nilai yaitu menggunakan VLOOKUP, LOOKUP, INDEX + MATCH dan yang terakhir IF Bertingkat. Untuk lebih jelasnya lihat tabel kosong di bawah:

Baca Juga  Cara Rekap Omset Multi Kriteria di Excel Menggunakan Rumus Excel Sederhana
membuat rentang nilai sesuai KKM

Menggunakan Fungsi VLOOKUP

Cara yang pertama adalah kita akan menggunakan rumus atau fungsi VLOOKUP untuk membuat kriteria penilaian otomatis ini. Dan kalau biasanya dalam VLOOKUP ini kita menggunakan tabel referensi sebagai tabel bantu, sekarang kita akan langsung menempatkannya di dalam rumus menggunakan array (ditandai dengan kurung kurawal).

Langsung saja di sel E6 kita ketik rumus:

=VLOOKUP(D6;{0\”D”;75\”C”;83\”B”;92\”A”;100\”A+”};2)

Dan jika benar maka hasilnya adalah “B” karena berdasarkan rentang nilai yang telah kita buat sebelumnya bahwa nilai “85” di sel D6 masuk ke dalam kriteria nilai B yakni “lebih besar atau sama dengan 83 dan di bawah 92 (83-91)”. Untuk lebih jelasnya berikut penampakan tabel hasilnya:

membuat kriteria nilai otomatis di excel dengan rumus vlookup

Penjelasan Rumus:

Rumus =VLOOKUP(D6;{0\”D”;75\”C”;83\”B”;92\”A”;100\”A+”};2) pada intinya adalah rumus yang digunakan untuk mencari nilai dalam suatu tabel atau rentang data dan mengembalikan nilai yang sesuai dari kolom yang ditentukan. Dan di sini rumus VLOOKUP yang yang kita tulis terdapat beberapa argumen:

  • D6: Ini adalah nilai yang ingin kita cari dalam rentang data atau tabel.
  • {0″D”;75″C”;83″B”;92″A”;100″A+”}: Ini adalah rentang data atau tabel tempat kita ingin mencari nilai. Rentang ini terdiri dari dua kolom. Kolom pertama berisi nilai-nilai yang dicari (0, 75, 83, 92, 100), dan kolom kedua berisi nilai-nilai yang akan dikembalikan jika nilai yang dicari ditemukan (“D”, “C”, “B”, “A”, “A+”).
  • 2: Ini adalah nomor kolom di rentang data yang ingin kita ambil nilai kembali. Dalam kasus ini, kita ingin mengembalikan nilai dari kolom kedua (nilai-nilai dalam kolom “D”, “C”, “B”, “A”, “A+”).

Jadi, rumus tersebut akan mencari nilai yang ada di sel D6 dalam rentang data yang kita berikan, dan jika nilai tersebut ditemukan dalam kolom pertama rentang data, rumus akan mengembalikan nilai yang sesuai dari kolom kedua. Dan pada contoh di atas, karena nilai di sel D6 adalah 85, maka rumus akan mengembalikan nilai “B”.

Harap diingat bahwa dalam rumus VLOOKUP, rentang data harus diurutkan secara berurutan menaik berdasarkan nilai-nilai di kolom pertama untuk mendapatkan hasil yang benar.

Menggunakan Fungsi LOOKUP

Sebenarnya masih dirumpun rumus yang sama, kali ini kita akan coba gunakan rumus atau fungsi LOOKUP. Langsung saja di sel F6 kita ketik rumus sebagai berikut:

=LOOKUP(D6;{0\”D”;75\”C”;83\”B”;92\”A”;100\”A+”})

Jika benar, maka hasil yang ditampilkan juga akan sama yakni “B”. Berikut penampakannya:

membuat kriteria nilai otomatis di excel dengan rumus lookup

Penjelasan Rumus:

penjelasan rumus =LOOKUP(D6;{0\”D”;75\”C”;83\”B”;92\”A”;100\”A+”}) adalah rumus LOOKUP yang digunakan dalam Microsoft Excel untuk mencari nilai yang sesuai dalam larik atau rentang data. Berikut adalah penjelasan langkah demi langkah dari rumus tersebut:

  • D6 adalah nilai yang ingin kita cari dalam rentang data.
  • {0\”D”;75\”C”;83\”B”;92\”A”;100\”A+”} adalah rentang data yang berisi nilai-nilai dan label yang sesuai. Rentang ini terdiri dari beberapa pasangan nilai dan label yang dipisahkan oleh tanda titik koma. Misalnya, 0\”D” berarti jika nilai yang dicari lebih kecil dari atau sama dengan 0, maka label yang diberikan adalah “D”. 75\”C” berarti jika nilai yang dicari lebih kecil dari atau sama dengan 75, maka label yang diberikan adalah “C”, dan seterusnya.
Baca Juga  Panduan Lengkap: Membuat Surat Kelulusan di Word dengan Mail Merge ke Excel

Rumus LOOKUP akan mencari nilai yang sesuai dengan D6 dalam rentang data yang diberikan. Jika nilai tersebut cocok dengan salah satu pasangan nilai dalam rentang data, maka label yang sesuai akan ditampilkan.

Misalnya, jika nilai dalam D6 adalah 85, rumus LOOKUP akan mencari nilai yang paling mendekati tetapi tidak lebih besar dari 85 dalam rentang data. Dalam hal ini, nilai 83 adalah nilai yang paling mendekati, sehingga label yang sesuai yang akan ditampilkan adalah “B”.

Menggunakan Fungsi INDEX MATCH

Selain menggunakan VLOOKUP dan LOOKUP kita juga bisa menggunakan rumus INDEX+MATCH untuk mencari grade atau kriteria nilai sesuai yang kita inginkan. Contoh penggunaan rumus INDEX+MATCH dalam hal ini adalah untuk sel G6. Di sel tersebut ketik rumus sebagai berikut:

=INDEX({“D”;”C”;”B”;”A”;”A+”};MATCH(D6;{0;75;83;92;100};1))

Dengan rumus ini, hasilnya juga akan sama yakni “B” untuk sel G6. Lihat penampakkan tabelnya di bawah ini:

membuat kriteria nilai otomatis di excel dengan rumus index match

Penjelasan Rumus

penjelasan rumus =INDEX({“D”;”C”;”B”;”A”;”A+”};MATCH(D6;{0;75;83;92;100};1)) dalam contoh ini adalah bahwa rumus INDEX dan MATCH yang digunakan fungsinya untuk mencocokkan nilai dalam suatu rentang dan mengembalikan nilai yang sesuai dari rentang lain. Berikut adalah penjelasan langkah demi langkah dari rumus tersebut:

  • {“D”;”C”;”B”;”A”;”A+”} adalah rentang data yang berisi label atau kategori yang sesuai dengan nilai yang ingin kita cocokkan. Misalnya, “D” adalah label yang akan digunakan untuk nilai yang lebih kecil dari atau sama dengan 0, “C” untuk nilai yang lebih kecil dari atau sama dengan 75, dan seterusnya.
  • {0;75;83;92;100} adalah rentang data yang berisi nilai-nilai yang digunakan sebagai kriteria pencocokan. Misalnya, 0 adalah batas bawah untuk kategori “D”, 75 adalah batas bawah untuk kategori “C”, dan seterusnya.
  • MATCH(D6;{0;75;83;92;100};1) digunakan untuk mencari posisi nilai dalam rentang data yang sesuai dengan nilai yang ada dalam sel D6. Mode pencocokan “1” digunakan untuk mencari nilai yang paling mendekati, tetapi tidak lebih besar dari nilai yang dicari.
  • INDEX({“D”;”C”;”B”;”A”;”A+”};MATCH(D6;{0;75;83;92;100};1)) mengambil nilai dari rentang data yang sesuai dengan posisi yang ditemukan menggunakan fungsi MATCH. Sebagai contoh, jika nilai dalam D6 adalah 85, rumus MATCH akan menemukan posisi yang sesuai dalam rentang data yaitu “B”, dan kemudian rumus INDEX akan mengambil nilai “B”.

Rumus INDEX dan MATCH digunakan untuk mencocokkan dan mengambil nilai atau label yang sesuai berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini sangat berguna untuk mengklasifikasikan atau memberikan label pada nilai dan menghasilkan informasi yang lebih mudah dipahami.

Baca Juga  Cara Membuat Kolom Tanda Tangan di Excel Secara Otomatis untuk Daftar Hadir

Menggunakan Fungsi IF Bertingkat

Untuk kasus yang terakhir kita akan coba deskripsikan nilai tersebut menggunakan kata atau kalimat utuh yakni “Luar Biasa” untuk nilai A+, “Sangat Baik” untuk nilai A, “Baik” untuk nilai B, “Cukup” untuk nilai C dan “Kurang” untuk nilai D. Untuk keperluan hal tersebut di sel H6 ketik rumus sebagai berikut:

=IF(D6>=100;”Luar Biasa”;IF(D6>=92;”Sangat Baik”;IF(D6>=83;”Baik”;IF(D6>=75;”Cukup”;”Kurang”))))

Dan karena nilai 85 adalah “B” maka di deskripsi akan tertampil “Baik”. Lihat hasilnya pada tabel di bawah ini:

membuat kriteria nilai otomatis di excel dengan rumus if bertingkat

Penjelasan Rumus:

Penjelasan rumus =IF(D6>=100;”Luar Biasa”;IF(D6>=92;”Sangat Baik”;IF(D6>=83;”Baik”;IF(D6>=75;”Cukup”;”Kurang”)))) adalah rumus IF yang digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi dan memberikan hasil yang sesuai. Berikut adalah penjelasan langkah demi langkah dari rumus tersebut:

  • D6 adalah nilai yang ingin kita evaluasi berdasarkan kondisi tertentu. Setiap IF dalam rumus ini memeriksa kondisi tertentu dan memberikan hasil yang sesuai tergantung pada apakah kondisi tersebut terpenuhi atau tidak.
  • IF(D6>=100;”Luar Biasa”;…) memeriksa apakah nilai dalam sel D6 lebih besar dari atau sama dengan 100. Jika benar, maka hasil yang diberikan adalah “Luar Biasa”. Jika tidak, lanjut ke IF selanjutnya.
  • IF(D6>=92;”Sangat Baik”;…) memeriksa apakah nilai dalam sel D6 lebih besar dari atau sama dengan 92. Jika benar, maka hasil yang diberikan adalah “Sangat Baik”. Jika tidak, lanjut ke IF selanjutnya.
  • IF(D6>=83;”Baik”;…) memeriksa apakah nilai dalam sel D6 lebih besar dari atau sama dengan 83. Jika benar, maka hasil yang diberikan adalah “Baik”. Jika tidak, lanjut ke IF selanjutnya.
  • IF(D6>=75;”Cukup”;…) memeriksa apakah nilai dalam sel D6 lebih besar dari atau sama dengan 75. Jika benar, maka hasil yang diberikan adalah “Cukup”. Jika tidak, lanjut ke IF selanjutnya.
  • Jika semua kondisi sebelumnya tidak terpenuhi, artinya nilai dalam sel D6 kurang dari 75, maka hasil yang diberikan adalah “Kurang”.

Dengan menggunakan rumus IF seperti ini, kita dapat memberikan label atau kategori pada nilai berdasarkan berbagai kriteria atau kondisi yang ditentukan. Rumus ini berguna untuk memberikan penilaian atau evaluasi berdasarkan nilai yang Anda miliki. Kekurangan dari rumus ini adalah bahwa rumusnya terlihat lebih panjang dan jika tidak cermat dalam menulisnya akan ada kemungkinan komponen rumus yang luput tertulis.

Kesimpulan

Dengan beberapa contoh rumus di atas, pekerjaan melabeli nilai siswa dengan kriteria sesuai aturan yang ada jadi jauh lebih mudah dan cepat. Dengan begitu, pekerjaan yang semula memakan waktu karena harus dikerjakan secara manual bisa lebih cepat dituntaskan hanya dengan menggunakan rumus Excel sederhana.

last but not least, bagi yang membutuhkan file Excel yang digunakan dalam contoh ini bisa di download dengan menekan button download di bawah ini:

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join Our Newsletter