Panduan Praktis Membuat Kalkulator Pajak Excel untuk PPN, PPH 21, dan PPH 23

oleh | 23 Des 2023 | Belajar Excel, Excel Beginner, Excel Elementary, Tips Excel | 0 Komentar

Dalam upaya menjaga ketertiban keuangan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan, penting bagi setiap institusi atau organisasi yang mengelola dana BOS untuk memiliki kalkulator pajak excel yang terstruktur. Artikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara membuat tabel perhitungan pajak PPN dan PPH khususnya untuk PPN 11%, PPH 21, dan PPH 23 menggunakan rumus pajak Excel untuk mempermudah pelaporan pajak di ARKAS 4.

Kenapa harus dibuat kalkulator pajak Excel untuk perhitungan pajak PPN dan PPH khususnya untuk PPN, PPH 21 dan PPH23? Karena saat ini ARKAS 4 sudah terintegrasi dengan banyak hal yang salah satunya adalah SIPD dimana dengan data yang terintegrasi, perhitungan PPN, PPH 21, dan PPH 23 dapat dilakukan secara otomatis dan akurat sesuai dengan ketentuan perpajakan terbaru.

Jadi, jika kita salah menghitung pajak ketika melakukan transaksi maka NTPN yang Anda miliki tidak akan terbaca meski selisih nominalnya hanya beberapa rupiah saja. Untuk itu berikut adalah langkah demi langkah membuat tabel perhitungan pajak agar sesuai dengan perhitungan pajak di ARKAS 4.

Langkah Praktis Membuat Kalkulator Pajak Excel

Dalam era digital saat ini, penggunaan Excel sebagai alat untuk menghitung dan mengelola data telah menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan, terutama dalam hal perhitungan pajak. Membuat kalkulator pajak Excel yang efisien dan praktis dapat menjadi langkah cerdas bagi siapa pun yang ingin mengoptimalkan proses perhitungan pajak PPN dan PPH khususnya untuk PPN 11%, PPH 21 dan PPH 23.

Dan berikut adalah langkah-langkah praktis dalam membuat kalkulator pajak di Excel, memberikan panduan yang jelas dan mudah diikuti bagi para pengguna untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi perhitungan pajak kita.

Langkah 1: Identifikasi Data yang Dibutuhkan

Sebelum memulai, identifikasi data yang dibutuhkan untuk perhitungan PPN, PPH 21, dan PPH 23. Pastikan Anda memiliki informasi seperti Kategori Belanja, Harga Barang, DPP, dan tarif pajak yang berlaku seperti PPN 11%, PPH 21, PPH 23 dan SSPD. Dan berikut adalah contoh tabelnya:

tabel kalkulator pajak excel

Langkah 2: Input Data Transaksi

Masukkan data transaksi ke dalam tabel. Pastikan Anda mencatat dengan teliti setiap transaksi yang melibatkan PPN, PPH 21, dan PPH 23. Data yang tepat akan menjadi dasar untuk perhitungan selanjutnya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat dropdown list untuk jenis transaksinya. Langkahnya adalah blok range B3:B6 kemudian pergi ke tab Data >> Data Validation dan setting dropdown listnya sebagai berikut:

hasil_dropdown_list_jenis_belanja

Ini adalah langkah yang penting karena dari sinilah kita akan memastikan bahwa apakah transaksi tersebut pungutan pajaknya berupa PPN, PPH 21 atau PPH 23.

Setelah itu baru inputkan harga barang yang akan dibeli. Dan berikut adalah hasilnya:

Baca Juga  Panduan Menghitung Upah Lembur Karyawan Sesuai Ketentuan Pemerintah
tabel_perhitungan_pajak_dana_bos

Langkah 3: Hitung Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Untuk menghitung Dasar Pengenaan Pajak (DPP) di sel D3 ketikkan rumus Excel berikut:

=IF(AND(LEFT(B3;6)="Barang";C3>=2000000);(100/111)C3;IF(AND(LEFT(B3;4)="Jasa";C3>=2000000);(100/111)C3;C3))

Copy dan paste rumus hingga sel D6 dan hasilnya adalah sebagai berikut::

hasil_perhitungan_sspd_di_excel
Penjelasan Rumus

Rumus Excel ini memiliki fungsi untuk menghitung DPP PPN (Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai) berdasarkan beberapa kondisi. Mari kita jelaskan bagian-bagian dari rumus tersebut:

IF(AND(LEFT(B3;6)="Barang";C3>=2000000);(100/111)*C3;
  • IF: Ini adalah fungsi logika “Jika”. Fungsi ini akan menghasilkan nilai tertentu jika kondisi yang ditentukan benar, dan nilai lain jika kondisinya salah.
  • AND: Fungsi ini digunakan untuk menggabungkan beberapa kondisi, dan hanya menghasilkan nilai “Benar” jika semua kondisi benar.
  • LEFT(B3;6)=”Barang”: Ini mengecek apakah enam karakter pertama dari sel B3 adalah “Barang”. LEFT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter tertentu dari awal teks.
  • C3>=2000000: Ini memeriksa apakah nilai di sel C3 lebih besar atau sama dengan 2.000.000. Jadi, bagian ini dari rumus akan menghitung DPP PPN dengan rumus (100/111)*C3 hanya jika kondisi “Barang” dan nilai lebih besar atau sama dengan 2.000.000 terpenuhi.
IF(AND(LEFT(B3;4)="Jasa";C3>=2000000);(100/111)*C3;C3))
  • Ini adalah kondisi kedua dari fungsi IF.
  • LEFT(B3;4)="Jasa": Ini memeriksa apakah empat karakter pertama dari sel B3 adalah “Jasa”.
  • C3>=2000000: Ini memeriksa apakah nilai di sel C3 lebih besar atau sama dengan 2.000.000. Jadi, bagian ini dari rumus akan menghitung DPP PPN dengan rumus (100/111)*C3 hanya jika kondisi “Jasa” dan nilai lebih besar atau sama dengan 2.000.000 terpenuhi.
  • C3)): Bagian ini adalah nilai yang akan dihasilkan jika kedua kondisi sebelumnya tidak terpenuhi. Jadi, jika barang bukan “Barang” dan jasa bukan “Jasa”, maka nilai DPP PPN akan sama dengan nilai di sel C3.

Jadi, secara keseluruhan, rumus pajak Excel ini menghitung DPP PPN dengan rumus (100/111)*C3 jika kondisi “Barang” atau “Jasa” terpenuhi dan nilai di sel C3 lebih besar atau sama dengan 2.000.000. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, rumus akan menghasilkan nilai di sel C3.

Langkah 4: Rumus PPN

Buat rumus Excel untuk perhitungan pajak PPN. Gunakan rumus berikut di sel E3:

=IF(AND(LEFT(B3;6)="Barang";C3>=2000000);D3*11%;IF(AND(LEFT(B3;4)="Jasa";C3>=2000000);D3*11%;0))

Pastikan untuk menyesuaikan sel dengan kolom yang sesuai dengan harga transaksi dan tarif PPN yang berlaku. Copy dan paste rumus hingga sel E6 dan jika benar maka hasilnya adalah sebagai berikut:

hasil_perhitungan_ppn11%_di_excel
Penjelasan Rumus

Rumus pajak Excel ini digunakan untuk menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) berdasarkan beberapa kondisi. Mari kita jelaskan bagian-bagian dari rumus tersebut:

IF(AND(LEFT(B3;6)="Barang";C3>=2000000);D3*11%;
  • IF: Ini adalah fungsi logika “Jika”. Fungsi ini akan menghasilkan nilai tertentu jika kondisi yang ditentukan benar, dan nilai lain jika kondisinya salah.
  • AND: Fungsi ini digunakan untuk menggabungkan beberapa kondisi, dan hanya menghasilkan nilai “Benar” jika semua kondisi benar.
  • LEFT(B3;6)=”Barang”: Ini mengecek apakah enam karakter pertama dari sel B3 adalah “Barang”. LEFT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter tertentu dari awal teks.
  • C3>=2000000: Ini memeriksa apakah nilai di sel C3 lebih besar atau sama dengan 2.000.000. Jadi, bagian ini dari rumus akan menghitung PPN dengan rumus D3*11% hanya jika kondisi “Barang” dan nilai lebih besar atau sama dengan 2.000.000 terpenuhi.
IF(AND(LEFT(B3;4)="Jasa";C3>=2000000);D3*11%;0))
  • Ini adalah kondisi kedua dari fungsi IF.
  • LEFT(B3;4)="Jasa": Ini memeriksa apakah empat karakter pertama dari sel B3 adalah “Jasa”.
  • C3>=2000000: Ini memeriksa apakah nilai di sel C3 lebih besar atau sama dengan 2.000.000. Jadi, bagian ini dari rumus akan menghitung PPN dengan rumus D3*11% hanya jika kondisi “Jasa” dan nilai lebih besar atau sama dengan 2.000.000 terpenuhi. Jika tidak, rumus akan menghasilkan nilai 0.
Baca Juga  Cara Mudah Memahami Fungsi DSUM Excel dan Mengeksplorasi Keajaibannya

Jadi, secara keseluruhan, rumus ini menghitung PPN dengan rumus D3*11% jika kondisi “Barang” atau “Jasa” terpenuhi dan nilai di sel C3 lebih besar atau sama dengan 2.000.000. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, rumus akan menghasilkan nilai 0.

Langkah 5: Rumus PPH 21

Buat rumus pajak Excel untuk perhitungan pajak PPH 21. Gunakan rumus berikut di sel F3:

=IF(LEFT(B3;5)="Honor";D3*6%;0)

Copy dan paste rumus hingga sel F6. Dan berikut hasilnya:

hasil_perhitungan_pph21_di_excel
Penjelasan Rumus

Rumus pajak Excel ini digunakan untuk menghitung PPH 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21) berdasarkan kondisi tertentu. Mari kita jelaskan bagian-bagian dari rumus tersebut:

IF(LEFT(B3;5)="Honor";D3*6%;0)
  • IF: Ini adalah fungsi logika “Jika”. Fungsi ini akan menghasilkan nilai tertentu jika kondisi yang ditentukan benar, dan nilai lain jika kondisinya salah.
  • LEFT(B3;5)=”Honor”: Ini mengecek apakah lima karakter pertama dari sel B3 adalah “Honor”. LEFT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter tertentu dari awal teks.
  • D3*6%: Jika kondisi di atas terpenuhi, bagian ini akan menghitung PPH 21 dengan cara mengalikan nilai di sel D3 dengan 6%. Ini sesuai dengan tarif PPH 21 untuk penghasilan dari honorarium, yang mungkin berbeda-beda tergantung pada regulasi pajak yang berlaku. Jika kondisi “Honor” terpenuhi, rumus ini akan menghasilkan nilai PPH 21, dan jika tidak, rumus akan menghasilkan nilai 0.

Jadi, secara keseluruhan, rumus pajak Excel ini digunakan untuk menghitung PPH 21 dengan rumus D3*6% jika kondisi “Honor” terpenuhi, dan menghasilkan nilai 0 jika kondisi tersebut tidak terpenuhi.

Langkah 6: Rumus PPH 23

Buat rumus Excel untuk menghitung PPH 23, di sel G3 gunakan rumus berikut:

=IF(OR(LEFT(B3;4)="Jasa";LEFT(B3;5)="Makan");C3*2%;0)

Pastikan untuk menyesuaikan sel dengan kolom yang sesuai dengan harga transaksi dan tarif PPH 23 yang berlaku. Copy dan paste rumus tersebut hingga sel G6. Dan berikut adalah hasilnya:

hasil_perhitungan_pph23_di_excel
Penjelasan Rumus

Rumus Excel ini digunakan untuk menghitung PPH 23 (Pajak Penghasilan Pasal 23) berdasarkan beberapa kondisi. Mari kita jelaskan bagian-bagian dari rumus tersebut:

IF(OR(LEFT(B3;4)="Jasa";LEFT(B3;5)="Makan");C3*2%;0)
  • IF: Ini adalah fungsi logika “Jika”. Fungsi ini akan menghasilkan nilai tertentu jika kondisi yang ditentukan benar, dan nilai lain jika kondisinya salah.
  • OR: Fungsi ini digunakan untuk menguji beberapa kondisi dan menghasilkan nilai “Benar” jika salah satu kondisinya benar.
  • LEFT(B3;4)=”Jasa”: Ini mengecek apakah empat karakter pertama dari sel B3 adalah “Jasa”. LEFT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter tertentu dari awal teks.
  • LEFT(B3;5)=”Makan”: Ini mengecek apakah lima karakter pertama dari sel B3 adalah “Makan”. Jadi, rumus ini akan menghasilkan nilai PPH 23 jika salah satu dari dua kondisi berikut terpenuhi:
  • Empat karakter pertama dari sel B3 adalah “Jasa”.
  • Lima karakter pertama dari sel B3 adalah “Makan”.
  1. C3*2%: Jika salah satu dari kondisi di atas terpenuhi, bagian ini akan menghitung PPH 23 dengan cara mengalikan nilai di sel C3 dengan 2%, sesuai dengan tarif PPH 23 untuk jenis transaksi yang sesuai.
  2. 0): Jika kedua kondisi di atas tidak terpenuhi, rumus ini akan menghasilkan nilai 0.
Baca Juga  Cara Menghitung Persentase Kenaikan dengan Rumus Excel

Jadi, secara keseluruhan, rumus ini menghitung PPH 23 dengan rumus C3*2% jika salah satu dari kondisi “Jasa” atau “Makan” terpenuhi, dan menghasilkan nilai 0 jika kedua kondisi tersebut tidak terpenuhi.

Langkah 7: Menghitung Pajak Daerah

Yang terakhir adalah untuk menghitung Surat Setoran Pajak daerah (SSPD) di sel H3 dengan menggunakan rumus Excel berikut:

=IF(LEFT(B3;5)="Makan";D3*10%;0)

Copy dan paste rumusnya hingga sel H6. Dan berikut adalah hasilnya:

hasil_perhitungan_sspd_di_excel
Penjelasan Rumus

Rumus Excel ini digunakan untuk menghitung SSPD (Surat Setoran Pajak Daerah) berdasarkan kondisi tertentu. Mari kita jelaskan bagian-bagian dari rumus tersebut:

IF(LEFT(B3;5)="Makan";D3*10%;0)
  • IF: Ini adalah fungsi logika “Jika”. Fungsi ini akan menghasilkan nilai tertentu jika kondisi yang ditentukan benar, dan nilai lain jika kondisinya salah.
  • LEFT(B3;5)=”Makan”: Ini mengecek apakah lima karakter pertama dari sel B3 adalah “Makan”. LEFT digunakan untuk mengambil sejumlah karakter tertentu dari awal teks. Jadi, rumus ini akan menghasilkan nilai SSPD jika lima karakter pertama dari sel B3 adalah “Makan”.
  1. D3*10%: Jika kondisi di atas terpenuhi, bagian ini akan menghitung SSPD dengan cara mengalikan nilai di sel D3 dengan 10%, sesuai dengan tarif yang dikenakan untuk jenis transaksi yang sesuai.
  2. 0): Jika kondisi di atas tidak terpenuhi, rumus ini akan menghasilkan nilai 0.

Jadi, secara keseluruhan, rumus ini menghitung SSPD dengan rumus D3*10% jika kondisi “Makan” terpenuhi, dan menghasilkan nilai 0 jika kondisi tersebut tidak terpenuhi. Rumus ini menggambarkan logika bahwa jika jenis transaksi adalah “Makan”, maka nilai SSPD dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai transaksi; jika bukan, maka nilai SSPD adalah 0.

Langkah 8: Validasi dan Koreksi

Lakukan validasi data dan cocokkan apakah perhitungan pajak di atas sudah sesuai dengan yang tercantum di Penatausahaan ARKAS 4.

Kesimpulan

Dengan membuat kalkulator pajak Excel untuk perhitungan pajak PPN dan PPH (PPH 21, dan PPH 23) menggunakan rumus pajak Excel, Anda dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan dalam pelaporan pajak di ARKAS 4. Pastikan untuk selalu mengupdate tabel sesuai dengan perubahan peraturan perpajakan dan melakukan validasi secara berkala untuk memastikan kepatuhan yang optimal. Selamat mengelola dan melaporkan pajak dengan lebih mudah!

Pranala Luar

File Excel Panduan Praktis Membuat Kalkulator Pajak Excel untuk PPN, PPH 21, dan PPH 23 ini bisa Anda download jika memang memerlukannya dengan cara klik tautan di bawah ini:

Atau juga jika ingin mempelajari langkah demi langkah perhitungan pajak PPN dan PPH secara visual, bisa kunjungi Youtube Channel Depot Excel untuk video yang berjudul: Menghitung PPN 11%, PPH 21, PPH 23 dan SSPD untuk Pelaporan Dana BOS. Di sana Anda akan melihat bagaimana rumusnya bekerja. Semoga bermanfaat!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join Our Newsletter