Cara Menjumlah Omset di Bulan Berjalan dengan Rumus Excel Sederhana

oleh | 14 Okt 2023 | Belajar Excel, Excel Beginner, Excel Best Practices, Excel Intermediate | 0 Komentar

Dalam dunia bisnis dan analisis data, seringkali kita perlu menjumlah omset di bulan berjalan untuk mendapatkan wawasan tentang kinerja saat ini. Microsoft Excel adalah alat yang sangat berguna untuk melakukan ini, dan salah satu fungsi yang dapat membantu kita adalah EOMONTH (End Of Month). Dalam artikel ini, kita akan belajar cara menggunakan fungsi EOMONTH untuk menjumlahkan data di bulan berjalan dan menggali lebih dalam tentang penggunaan praktisnya dalam analisis bisnis.

Pengenalan Fungsi EOMONTH Excel

Fungsi EOMONTH adalah salah satu fungsi bawaan Excel yang digunakan untuk menghitung tanggal akhir bulan berdasarkan tanggal yang diberikan. Dengan kata lain, ini membantu Anda menemukan tanggal terakhir dalam bulan tertentu, yang sangat penting dalam perhitungan data bulan berjalan yang dalam hal ini akan kita gunakan untuk menjumlah omset di bulan berjalan.

Sintaksis Fungsi EOMONTH

Fungsi EOMONTH memiliki sintaksis berikut:

=EOMONTH(start_date;months)
  • start_date: Ini adalah tanggal awal yang akan digunakan sebagai referensi untuk menghitung tanggal akhir bulan.
  • months: Ini adalah jumlah bulan yang ingin Anda tambahkan atau kurangkan dari tanggal awal. Untuk menghitung tanggal akhir bulan yang sama, Anda biasanya menggunakan nilai 0 dalam argumen ini.

Menggunakan Fungsi EOMONTH untuk Menjumlah Omset di Bulan Berjalan

Salah satu kasus penggunaan yang umum dari fungsi EOMONTH adalah dalam menjumlah omset di bulan berjalan. Misalnya, Anda memiliki data penjualan yang dilog dalam spreadsheet Excel, dan Anda ingin menjumlah omset di bulan berjalan. Untuk lebih gampangnya. di bawah adalah contoh tabel omset penjualan yang akan kita hitung berdasarkan bulannya:

Baca Juga  Cara Membandingkan Dua Tabel Data Menggunakan Formula Array Excel
tabel untuk menjumlah omset di bulan berjalan

Dan untuk menjumlah omset di masing-masing bulan dalam satu kolom, rumus yang digunakan di sel E5 adalah sebagai berikut:

=IFERROR(IF(EOMONTH(B5;-12)=EOMONTH(B4;-12);E4+D5;D5);D5)

Dan berikut adalah hasilnya:

rumus menjumlah omset di bulan berjalan

Mungkin rumus yang digunakan terlihat rumit. Tapi jika kita perhatikan lagi, ini sebenarnya hanya sebuah rumus dasar Excel yaitu kombinasi IFERROR dan EOMONTH. Rumus ini digunakan untuk melakukan perhitungan berdasarkan beberapa kondisi dan mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses tersebut.

Dan untuk lebih jelasnya, mari kita bedah komponen-komponen utama dari rumus ini, serta bagaimana rumus ini berfungsi dalam konteks nyata.

Pengenalan Rumus =IFERROR()

Rumus Excel =IFERROR() adalah rumus yang digunakan untuk mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi dalam perhitungan. Ini adalah alat yang sangat berguna untuk menghindari pesan kesalahan yang tidak diinginkan dan menggantinya dengan nilai atau tindakan yang sesuai.

Mengenal Fungsi EOMONTH()

Fungsi EOMONTH() adalah alat dalam Excel yang digunakan untuk menghitung akhir bulan dari tanggal yang diberikan. Fungsi ini memiliki dua argumen, yaitu tanggal awal dan jumlah bulan yang ingin ditambahkan atau dikurangkan. Dalam rumus ini, kita menggunakan EOMONTH(B5,-12) untuk menghitung akhir bulan 12 bulan sebelum tanggal yang terdapat dalam sel B5.

Penerapan Rumus =IFERROR() dalam Rumus Utama

Rumus utama =IFERROR(IF(EOMONTH(B5,-12)=EOMONTH(B4,-12),E4+D5,D5),D5) menggunakan rumus =IFERROR() sebagai “pemantau kesalahan” pada rumus yang lebih kompleks. Rumus ini pertama-tama memeriksa apakah akhir bulan dari tanggal di sel B5 sama dengan akhir bulan dari tanggal di sel B4, yaitu apakah mereka terletak pada bulan yang sama dalam tahun yang berbeda. Jika kondisi ini benar, maka rumus akan mengeksekusi E4+D5, yang berarti menambahkan nilai dari sel E4 dan D5. Jika kondisi ini salah, rumus akan mengembalikan nilai dari sel D5.

Baca Juga  Panduan Lengkap Cara Menghitung Frekuensi Penjualan di Excel
Analisis Komponen Utama

Mari kita bongkar bagian-bagian utama dari rumus ini:

  • Pengecekan EOMONTH(): Kondisi pertama dalam rumus membandingkan akhir bulan dari sel B5 (tanggal saat ini) dengan akhir bulan dari sel B4 (tanggal sebelumnya). Ini digunakan untuk memastikan bahwa kita berada di bulan yang sama dalam tahun yang berbeda.
  • IF(EOMONTH(…) = EOMONTH(…)): Ini adalah pernyataan IF yang digunakan untuk memeriksa apakah kedua akhir bulan sesuai. Jika sesuai, rumus akan mengeksekusi perhitungan yang terdapat dalam tanda kurung berikutnya.
  • E4+D5: Ini adalah perhitungan yang dilakukan jika kondisi di atas benar. Nilai dari sel E4 ditambahkan dengan nilai dari sel D5.
  • D5: Ini adalah nilai yang akan dikembalikan jika kondisi pertama dalam rumus tidak terpenuhi.
  • IFERROR(…, D5): Fungsi IFERROR() akhirnya digunakan untuk mengecek kesalahan dalam rumus. Jika kesalahan terjadi, rumus akan menggantinya dengan nilai yang sesuai, yaitu nilai dari sel D5.

Dan jika rumus tersebut kita tarik ke bawah maka hasilnya akan seperti berikut:

hasil menjumlah omset di bulan berjalan

Penerapan dalam Konteks Nyata

Untuk memahami bagaimana rumus ini bekerja dalam situasi sebenarnya, mari kita lihat contoh lainnya. Misalnya, data tabel tersebut kita tambahkan kolom untuk rekap per bulannya agar lebih mudah di baca. Begini contoh tabelnya:

Anda memiliki daftar catatan keuangan bulanan di Excel, dan Anda ingin menghitung saldo akhir setiap bulan. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuat format tanggal menjadi format bulan dan tahunnya saja. Dan inilah caranya:

Dan inilah hasilnya:

Berikutnya adalah kita memasukkan rumus untuk merekap omset per bulannya di sel H5. Rumus yang digunakan adalah:

=SUMIFS($E$5:$E$18;$B$5:$B$18;VLOOKUP(G5;$B$5:$B$18;1))

Dan berikut adalah hasilnya:

Penjelasan Rumus

Rumus yang barusan kita buat bekerja sebagai berikut:

  • Rumus =SUMIFS() akan menjumlahkan sel-sel dalam rentang $E$5:$E$18 berdasarkan kondisi tertentu.
  • Kriteria pertama ($B$5:$B$18) digunakan untuk menentukan data mana yang akan dijumlahkan. Rumus akan mencari nilai dalam kolom $B$5:$B$18 yang sesuai dengan nilai yang Anda berikan sebagai argumen VLOOKUP.
  • Fungsi VLOOKUP(I5;$B$5:$B$18;1) akan mencari nilai yang ada dalam sel I5 dalam rentang $B$5:$B$18 dan mengembalikan nilai yang sesuai dari kolom pertama. Nilai ini kemudian digunakan sebagai kriteria dalam =SUMIFS().
  • Hasil akhir rumus ini adalah jumlah sel-sel dalam rentang $E$5:$E$18 yang memenuhi kriteria yang Anda tentukan berdasarkan pencarian menggunakan VLOOKUP.
Baca Juga  Penjelasan Lengkap Fungsi DGET di Microsoft Excel untuk Mengoptimalkan Analisis Data

Kesimpulan

Rumus =IFERROR(IF(EOMONTH(B5,-12)=EOMONTH(B4,-12),E4+D5,D5),D5) adalah contoh yang kompleks dari penggunaan rumus Excel untuk melakukan perhitungan berdasarkan kondisi tertentu dan mengatasi kesalahan yang mungkin terjadi. Ini adalah alat yang kuat untuk mengotomatisasi pekerjaan di Excel dan membantu Anda menjaga data Anda tetap akurat. Dengan pemahaman tentang bagaimana rumus ini berfungsi dan bagaimana menggunakannya dalam konteks nyata, Anda dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pekerjaan Anda dalam Excel.

Rumus =SUMIFS() bersama dengan rentang data $E$5:$E$18, $B$5:$B$18, dan fungsi VLOOKUP adalah alat yang sangat berguna dalam Excel untuk menjumlahkan data berdasarkan kriteria tertentu. Dengan pemahaman tentang bagaimana rumus ini bekerja dan bagaimana menggunakannya dalam konteks yang sesuai, Anda dapat dengan mudah melakukan analisis data yang lebih canggih dalam Excel. Dengan berlatih dan eksperimen, Anda akan menjadi ahli dalam menggabungkan rumus-rumus Excel untuk mengatasi tugas analisis data yang kompleks.

Last but not least, bagi teman-teman yang membutuhkan file contoh di atas, silahkan download filenya melalui tautan di bawah ini:

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Join Our Newsletter