Cara Menghitung Nilai Ijazah Sesuai Juknis dengan Rumus Excel

oleh | 9 Jun 2024 | Excel Best Practices, Excel Intermediate | 0 Komentar

Menghitung nilai ijazah merupakan salah satu proses penting yang harus dilakukan oleh sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Berdasarkan juknis terbaru, nilai ijazah dihitung dengan kombinasi nilai rapor dan nilai ujian. Komposisi yang digunakan adalah 60% dari nilai rapor semester 1-5 dan 40% dari nilai ujian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang biasanya juga menjadi nilai rapor di semester 6.

Dan menghitung nilai ijazah dengan memanfaatkan rumus Excel bisa menjadi solusi yang efisien dan akurat. Berdasarkan juknis di atas bahwa nilai ijazah dihitung dengan kombinasi 60% dari nilai rapor semester 1-5 dan 40% dari nilai ujian.

Berikut adalah langkah-langkah detail untuk menghitung nilai ijazah sesuai juknis tersebut.

Mengumpulkan Data Nilai Rapor

Pertama-tama, kita perlu mengumpulkan data nilai rapor siswa dari semester 1 hingga semester 5 dan juga Nilai PSAJ (nilai raport semester 6). Pastikan semua nilai sudah lengkap dan benar. Contoh data nilai rapor untuk siswa-siswa kelas IX SMPN 4 Boating Boat adalah sebagai berikut:

menghitung nilai ijazah sesuai juknis

Menghitung 60% Rata-rata Nilai Rapor

Setelah semua nilai rapor terkumpul, langkah selanjutnya adalah menghitung rata-rata nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5. Rumus Excel di sel L8 untuk menghitung rata-rata nilai rapor untuk kemudian mengambil 60%-nya menggunakan data contoh di atas adalah sebagai berikut:

=AVERAGE(E8:I8)*60%

Copy dan paste rumus di atas ke sel yang ada di bawahnya. Jika benar maka hasilnya adalah sebagai berikut:

menghitung nilai ijazah di excel

Penjelasan Rumus

Rumus Excel =AVERAGE(E8:I8)*60% digunakan untuk menghitung 60% dari rata-rata nilai yang terdapat dalam rentang sel E8 hingga I8. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai komponen dan fungsinya:

1. AVERAGE(E8:I8):

    • Fungsi AVERAGE digunakan untuk menghitung rata-rata nilai dari rentang sel yang ditentukan.
    • Rentang sel E8:I8 mencakup semua sel dari E8 hingga I8.
    • Misalnya, jika sel E8 berisi 80, F8 berisi 85, G8 berisi 78, H8 berisi 82, dan I8 berisi 88, maka AVERAGE(E8:I8) akan menghitung rata-rata dari nilai-nilai tersebut.
    Baca Juga  Cara Mengambil Nama Depan, Nama Tengah dan Nama Belakang di Excel

    2. *60%:

    • Setelah menghitung rata-rata dengan AVERAGE, hasilnya dikalikan dengan 60%.
    • Simbol * adalah operator perkalian di Excel.
    • 60% adalah persentase yang dikonversi ke bentuk desimal untuk keperluan perhitungan, yaitu 0.6.

    Menghitung 40% dari Nilai Ujian

    Langkah berikutnya adalah kita akan menghitung 40% dari nilai ujian PSAJ. Misalnya, seperti pada contoh, maka rumus yang digunakan di sel M8 adalah:

    =J8*40%

    Copy dan paste rumus di atas ke sel yang ada di bawahnya. Jika benar maka hasilnya adalah sebagai berikut:

    menghitung nilai ijazah

    Menghitung Nilai Ijazah Akhir

    Langkah terakhir adalah menjumlahkan 60% dari rata-rata nilai rapor semester 1 sampai 5 dan 40% dari nilai ujian untuk mendapatkan nilai ijazah akhir. Rumusnya di sel N8 adalah:

    =L8+M8

    Copy dan paste rumus di atas ke sel yang ada di bawahnya. Jika benar maka hasilnya adalah sebagai berikut:

    rumus menghitung nilai ijazah sesuai juknis

    Rekap Hasil menghitung Nilai Ijazah

    Setelah semua nilai tertampil maka untuk memudahkan penulisan nilai ijazah di kertas ijazah kita akan merekap hasil dari menghitung nilai ijazah yang kita kerjakan tadi.

    Tapi karena disini kita akan lookup data dengan 2 kriteria (kriteria nama siswa dan kriteria nama mapel) maka rumus Excel yang bisa kita gunakan salah satunya adalah formula array Excel. Kenapa? Karena dengan array formula rumus yang dihasilkan akan lebih simpel.

    Dan berikut adalah contoh tabel untuk rekap hasil menghitung nilai ijazah yang sudah kita buat:

    rekap menghitung nilai ijazah sesuai juknis

    Tabel bantu

    Karena kolom kriteria pertama (nama siswa) di sini di merge cell maka agar rumusnya tetap simpel kita akan buat tabel bantu yang nantinya bisa kita samarkan atau sembunyikan ketika akan print out.

    Tabel bantu pertama kita buat di sheet 1 yang dinamai “TOTAL NILAI”. Di sheet ini pada sel A8. Berikut adalah rumusnya:

    =IF(C8="";A7;C8)

    Copy dan paste rumus di atas ke sel yang ada di bawahnya. Jika benar maka hasilnya adalah sebagai berikut:

    Kemudian tabel bantu yang kedua kita buat di sheet rekapnya tepatnya di range C4:M4. Di range ini kita bisa copy dan paste transpose dari nama-nama mapel yang ada di sheet “NILAI TOTAL”. Berikut adalah penampakannya:

    Baca Juga  Cara Mengambil Data dengan Pengecualian Kata Kunci di Excel

    Formula Array

    Langkah berikutnya kita akan membuat formula array di sel C7 yang kemudian kita seret rumusnya ke sel-sel yang ada di bawahnya dan juga di sampingnya. Rumus untuk lookup data dengan 2 kriteria yang bisa kita gunakan adalah sebagai berikut:

    =INDEX('NILAI TOTAL'!$N$8:$N$91;MATCH(1;('NILAI TOTAL'!$A$8:$A$91=$B7)*('NILAI TOTAL'!$D$8:$D$91=C$4);0))

    Jangan lupa, karena ini array formula maka pastikan untuk mengakhiri penulisan rumus dengan menekan Ctrl + Shift dan Enter (jangan hanya Enter). Jika benar maka akan ada simbol kurung kurawal ({}) yang akan mengapit rumusnya. Jika sudah, copy dan paste rumus tersebut ke sel-sel yang ada disamping dan bawahnya. Berikut hasilnya:

    Penjelasan Rumus

    Berikut adalah penjelasan lengkap dari formula array yang sudah kita tulis di atas:

    1. INDEX('NILAI TOTAL'!$N$8:$N$91; ... ):

    • Fungsi INDEX mengembalikan nilai dari suatu posisi tertentu dalam sebuah rentang.
    • 'NILAI TOTAL'!$N$8:$N$91 adalah rentang sel yang menjadi sumber data yang akan dikembalikan nilainya.

    2. MATCH(1; ... ;0):

    • Fungsi MATCH mencari posisi suatu nilai dalam rentang tertentu. Dalam konteks ini, MATCH mencari nilai 1.
    • 0 pada parameter ketiga menunjukkan pencarian exact match.

    3. ('NILAI TOTAL'!$A$8:$A$91=$B7)*('NILAI TOTAL'!$D$8:$D$91=C$4):

    • Ekspresi ini adalah bagian dari formula array yang memeriksa dua kondisi:
      • 'NILAI TOTAL'!$A$8:$A$91=$B7: Memeriksa apakah setiap nilai di rentang 'NILAI TOTAL'!$A$8:$A$91 sama dengan nilai di $B7.
      • 'NILAI TOTAL'!$D$8:$D$91=C$4: Memeriksa apakah setiap nilai di rentang 'NILAI TOTAL'!$D$8:$D$91 sama dengan nilai di C$4.
    • Operator * (perkalian) digunakan untuk mengkombinasikan dua kondisi ini. Dalam Excel, perkalian dua array boolean menghasilkan array boolean yang baru, di mana hanya nilai TRUE yang bernilai 1 (satu) jika kedua kondisi terpenuhi.

    Cara Kerja Formula

    1. Evaluasi Kondisi:

    • (NILAI TOTAL'!$A$8:$A$91=$B7) menghasilkan array boolean yang berisi TRUE atau FALSE, tergantung apakah nilai di kolom A sama dengan nilai di $B7.
    • (NILAI TOTAL'!$D$8:$D$91=C$4) menghasilkan array boolean yang berisi TRUE atau FALSE, tergantung apakah nilai di kolom D sama dengan nilai di C$4.

    2. Kombinasi Kondisi:

    • Ketika dua array boolean ini dikalikan, hanya posisi di mana kedua kondisi TRUE yang akan bernilai 1, sedangkan yang lainnya akan bernilai 0.

    3. Fungsi MATCH:

    • MATCH(1; ...) akan mencari nilai 1 dalam hasil kombinasi kondisi di atas. Ini berarti menemukan posisi pertama di mana kedua kondisi terpenuhi.
    Baca Juga  Mencari Tahu Arti NIP ASN dengan Rumus Excel untuk Identifikasi Pegawai Negeri

    4. Fungsi INDEX:

    • INDEX('NILAI TOTAL'!$N$8:$N$91; ...) akan menggunakan posisi yang ditemukan oleh MATCH untuk mengembalikan nilai dari rentang 'NILAI TOTAL'!$N$8:$N$91.

    Formula array ini digunakan untuk mencari nilai dalam suatu kolom berdasarkan dua kriteria yang ada di kolom lain. Dengan memahami komponen dan cara kerja formula ini, Anda dapat menggunakannya untuk berbagai skenario pengambilan data yang kompleks di Excel.

    Menjumlah dan Merata-rata Hasil

    Langkah terakhir adalah menjumlah dan merata-ratakan nilai ijazah yang sudah kita rekap. Rumusnya pasti teman-teman juga sudah tau yakni SUM dan AVERAGE. Tanpa perlu menjabarkan rumusnya, berikut adalah hasil penjumlahannya:

    Dan berikut adalah hasi dari nilai rata-ratanya:

    Dan terakhir adalah setelah kita samarkan kriteria mapelnya menggunakan warna font putih:

    Kesimpulan

    Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, nilai ijazah akhir siswa dapat dihitung dengan tepat sesuai juknis. Proses ini memastikan bahwa nilai ijazah merupakan gabungan yang adil antara prestasi siswa selama lima semester dan hasil ujian akhir. Hal ini penting untuk memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian akademis siswa selama masa studi mereka.

    Dengan memahami dan menerapkan cara menghitung nilai ijazah sesuai juknis ini, diharapkan sekolah dan guru dapat memberikan penilaian yang objektif dan adil bagi setiap siswa.

    Pranala Luar

    File Excel pada Cara Menghitung Nilai Ijazah Sesuai Juknis dengan Rumus Excel ini bisa Anda download jika memang memerlukannya dengan cara klik tautan di bawah ini:

    Atau juga jika ingin mempelajari langkah demi langkah Cara Menghitung Nilai Ijazah Sesuai Juknis dengan Rumus Excel secara visual, bisa kunjungi Youtube Channel Depot Excel dengan judul video: Cara Menghitung Nilai Ijazah Sesuai Juknis. Di sana Anda akan melihat bagaimana rumusnya bekerja. Semoga bermanfaat!

    0 Komentar

    Kirim Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Join Our Newsletter